Selasa, 13 Oktober 2015

PERTEMUAN 1


1. Bagian Awal

Pengajaran BIMBEL di SDN 06 Pagi Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Kewarganegaraan
Bersama Teach For Indonesia (TFI) BINUS University


















Nama Dosen : Murty Magda Pane

Kode Dosen : D3371

Kelas : LD51

Hari/Tanggal : Selasa, 13 Oktober 2015

Waktu : Pukul 10.00 - 11.00 WIB (60 Menit)

Lokasi : SD Negeri 06/07 Tanjung Duren Utara, No. 20 Jalan Tanjung Duren Raya 11470

Jumlah Peserta : 64 Anak. Terdiri dari dua kelas, yaitu kelas 1A 32 anak dengan 3 pengajar dan 1B 32 anak dengan 4 pengajar. Setiap pengajar, bertanggungjawab atas 8-10 anak.

PIC : Ibu Nurhayati, selaku Kepala Sekolah SDN 06 Pagi Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat.

Anggota yang hadir :
  • Sarah Fitriana Malik
  • Adlina Farahdiba
  • Kautsara Gita Gemala
  • Andre Hendrawan
  • Misyell Efendy
  • Henny Angelina
  • William Jhon
Anggota yang tidak hadir : -



Andre Hendrawan; Misyell Efendy; William Jhon; Henny Angelina; Ibu Nurhayati;
Sarah Fitriana Malik; Kautsara Gita Gemala; Adlina Farahdiba
(dari kiri ke kanan)

2. Bagian Isi

Foto saat pemberian materi
Pada hari ini kami akan mulai mengajar anak-anak SD kelas 1. Sebelumnya kami sudah mencari bahan yang akan kami ajarkan pada hari ini dan kami juga sudah bertanya mengenai kurikulum yang dipakai di sekolah itu. Minggu ini kami mengajarkan Matematika dengan materi penjumlahan dan pengurangan.  Anak-anak begitu antusias saat kami memasuki ruang kelas, baik itu kelas 1A dan 1B. Mereka terlihat bersemangat dan langsung menghampiri kami satu persatu untuk bersalaman. Setelah itu, kami melanjutkan dengan perkenalan yang dikemas melalui games yang berfungsi sebagai ice breaking di awal pertemuan kami. Setelah games, kami langsung memasuki materi penjumlahan dan pengurangan. Kami memberi mereka beberapa soal yang kami tulis di papan tulis, dan mereka menjawab sesuai dengan kemampuan mereka. Hal ini kami lakukan agar melatih skill anak-anak untuk berani maju ke depan kelas dan membentuk rasa kepercayaan diri mereka. Karena kami mengajar anak kelas 1 SD, Kepala Sekolah sempat memberi pesan untuk kami agar mengajarkan mereka cara berperilaku baik. Sehingga, di dalam materi pengajaran kami juga disisipkan cara mereka berperilaku dengan teman mereka yang baik, bagaimana cara menghargai orang yang sedang berbicara di depan kelas, dan sebagainya. Seperti saat ada anak yang memanggil temannya dengan panggilan "si gendut" kami menegur anak tersebut dan memberitahu dia, bahwa kata-kata itu tidak boleh diucapkan karena nanti temannya nanti bisa tersinggung. Sehingga mereka dapat mengerti maksud dari teguran kami.

Suasana Kelas 1B
Untuk metode pembelajaran, kami menerapkan sistem pairing, sehingga anak-anak bisa lebih leluasa untuk bertanya dengan kakak pengajarnya masing-masing mengenai materi yang belum paham. Selain itu, dengan menerapkan sistem tersebut kami selaku pengajar dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari masing-masing anak yang diajar. Dengan begitu, kami dapat memberi fokus lebih pada anak-anak yang kurang mengerti materi.

Suasana Kelas 1A

Berdasarkan hasil survei internal, Adlina Farahdiba dan Andre Hendrawan yang dapat dijadikan contoh bagi anggota kelompok yang lain dari segi disiplin waktu. Mereka datang lebih awal, yaitu Adlina pukul 08.47 dan Andre pukul 08.51 . Secara keseluruhan, seluruh anggota datang sebelum pukul 10.00 .

3. Penutup

  • Hasil Kegiatan:
Sebelum
Sesudah
Anak-anak begitu kurang bersemangat
Semangat untuk belajar
Anak-anak cenderung sulit diatur
Anak-anak sudah mulai bisa diatur
Malu-malu untuk maju ke depan kelas
Bersemangat dan berebut maju ke depan kelas

  • Pencapaian Volunteer:
Mereka mulai berani untuk maju ke depan kelas dan mau untuk mendengarkan perkataan kami, selaku pengajar.

  • Kesimpulan
Untuk hari pertama kami mengajar, dapat dikatakan lancar dan semua berjalan sesuai dengan harapan. Harapan kami, semoga dengan materi yang kami ajarkan dapat bermanfaat bagi mereka.

  • Next to do
Perbaikan yang akan kami lakukan untuk pertemuan selanjutnya adalah bagaimana anak-anak dapat berhitung cepat tanpa harus menghafal penjumlahan diluar kepala.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar