1. Bagian Awal
Pengajaran BIMBEL di SDN 06 Pagi Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Kewarganegaraan
Bersama Teach For Indonesia (TFI) BINUS University
Nama Dosen : Murty Magda Pane
Kode Dosen : D3371
Kelas : LD51
Hari/Tanggal : Selasa, 13 Oktober 2015
Waktu : Pukul 10.00 - 11.00 WIB (60 Menit)
Lokasi : SD Negeri 06/07 Tanjung Duren Utara, No. 20 Jalan Tanjung Duren Raya 11470
Jumlah Peserta : 64 Anak. Terdiri dari dua kelas, yaitu kelas 1A 32 anak dengan 3 pengajar dan 1B 32 anak dengan 4 pengajar. Setiap pengajar, bertanggungjawab atas 8-10 anak.
PIC : Ibu Nurhayati, selaku Kepala Sekolah SDN 06 Pagi Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat.
Anggota yang hadir :
- Sarah Fitriana Malik
- Adlina Farahdiba
- Kautsara Gita Gemala
- Andre Hendrawan
- Misyell Efendy
- Henny Angelina
- William Jhon
![]() |
| Andre Hendrawan; Misyell Efendy; William Jhon; Henny Angelina; Ibu Nurhayati; Sarah Fitriana Malik; Kautsara Gita Gemala; Adlina Farahdiba (dari kiri ke kanan) |
2. Bagian Isi
![]() |
| Foto saat pemberian materi |
Pada hari ini kami akan mulai mengajar anak-anak SD kelas 1. Sebelumnya kami sudah mencari bahan yang akan kami ajarkan pada hari ini dan kami juga sudah bertanya mengenai kurikulum yang dipakai di sekolah itu. Minggu ini kami mengajarkan Matematika dengan materi penjumlahan dan pengurangan. Anak-anak begitu antusias saat kami memasuki ruang kelas, baik itu kelas 1A dan 1B. Mereka terlihat bersemangat dan langsung menghampiri kami satu persatu untuk bersalaman. Setelah itu, kami melanjutkan dengan perkenalan yang dikemas melalui games yang berfungsi sebagai ice breaking di awal pertemuan kami. Setelah games, kami langsung memasuki materi penjumlahan dan pengurangan. Kami memberi mereka beberapa soal yang kami tulis di papan tulis, dan mereka menjawab sesuai dengan kemampuan mereka. Hal ini kami lakukan agar melatih skill anak-anak untuk berani maju ke depan kelas dan membentuk rasa kepercayaan diri mereka. Karena kami mengajar anak kelas 1 SD, Kepala Sekolah sempat memberi pesan untuk kami agar mengajarkan mereka cara berperilaku baik. Sehingga, di dalam materi pengajaran kami juga disisipkan cara mereka berperilaku dengan teman mereka yang baik, bagaimana cara menghargai orang yang sedang berbicara di depan kelas, dan sebagainya. Seperti saat ada anak yang memanggil temannya dengan panggilan "si gendut" kami menegur anak tersebut dan memberitahu dia, bahwa kata-kata itu tidak boleh diucapkan karena nanti temannya nanti bisa tersinggung. Sehingga mereka dapat mengerti maksud dari teguran kami.
![]() |
| Suasana Kelas 1B |
Untuk metode pembelajaran, kami menerapkan sistem pairing, sehingga anak-anak bisa lebih leluasa untuk bertanya dengan kakak pengajarnya masing-masing mengenai materi yang belum paham. Selain itu, dengan menerapkan sistem tersebut kami selaku pengajar dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari masing-masing anak yang diajar. Dengan begitu, kami dapat memberi fokus lebih pada anak-anak yang kurang mengerti materi.
![]() |
| Suasana Kelas 1A |
Berdasarkan hasil survei internal, Adlina Farahdiba dan Andre Hendrawan yang dapat dijadikan contoh bagi anggota kelompok yang lain dari segi disiplin waktu. Mereka datang lebih awal, yaitu Adlina pukul 08.47 dan Andre pukul 08.51 . Secara keseluruhan, seluruh anggota datang sebelum pukul 10.00 .
3. Penutup
- Hasil Kegiatan:
Sebelum
|
Sesudah
|
Anak-anak begitu
kurang bersemangat
|
Semangat untuk belajar
|
Anak-anak cenderung
sulit diatur
|
Anak-anak sudah mulai
bisa diatur
|
Malu-malu untuk maju
ke depan kelas
|
Bersemangat dan
berebut maju ke depan kelas
|
- Pencapaian Volunteer:
- Kesimpulan
- Next to do







Tidak ada komentar:
Posting Komentar